Discount Rate Lab
Bottom-up & top-down, kurva tiga segmen
- 1Isi inputIsiSesuaikan dengan kontrak Anda
- 2Tekan HitungHitungDihitung di perangkat Anda
- 3Baca hasil & unduh ExcelHasilRingkasan, analisis, grafik, dan tabel
paling menentukan hasilwajib dicek sesuai kontrakopsionalhanya bila relevan
Bottom-up: kurva bebas risiko ditambah premi ilikuiditas (par. B80). Top-down: yield portofolio acuan dikurangi penyesuaian risiko kredit (par. B81).
Bottom-up: yield SBN per tenor, misalnya kurva IGSYC dari PHEI. Top-down: yield portofolio acuan per tenor.
| # | Tenor | Current | Locked-in |
|---|---|---|---|
| 1 | |||
| 2 | |||
| 3 | |||
| 4 | |||
| 5 | |||
| 6 | |||
| 7 | |||
| 8 | |||
| 9 |
Basis tingkat yang Anda masukkan; dikonversi ke efektif tahunan sebelum dipakai.
Hanya mengisi tenor di antara titik pasar pada segmen observable; titik pasar sendiri tidak diubah.
Belum ada hasil
Siap menghitung
Isian di panel Input berisi nilai bawaan. Sesuaikan dengan kontrak Anda, lalu tekan Hitung.
Muat ilustrasi menampilkan angka ILUSTRASI, bukan hasil input Anda.
Yang akan muncul di sini
Cara pakai layar ini
Langkah bernomor beserta arti, asal angka, dan contoh setiap isian. Panduan ini dapat dilewati bila isiannya sudah dipahami.
- 1
Pilih pendekatan dan isi titik pasar
Bottom-up memakai yield SBN sebagai kurva bebas risiko; top-down memakai yield portofolio acuan. Keduanya seharusnya tidak berbeda signifikan. Titik pasar dipakai apa adanya sampai LLP, dan interpolasi hanya mengisi tenor di antara titik.
- Pendekatan
- Bottom-up: kurva bebas risiko ditambah premi ilikuiditas (par. B80). Top-down: yield portofolio acuan dikurangi penyesuaian risiko kredit (par. B81).Dari Kebijakan valuasi entitas; SEOJK 23/SEOJK.05/2024 menetapkan top-down untuk perusahaan dengan permasalahan kesehatan keuangan.Contoh Bottom-up
- Titik kurva (tenor × yield)
- Bottom-up: yield SBN per tenor, misalnya kurva IGSYC dari PHEI. Top-down: yield portofolio acuan per tenor.Dari Bottom-up: kurva IGSYC/IBPA pada tanggal valuasi. Top-down: yield portofolio acuan atau aset aktual entitas.
- Basis compounding input
- Basis tingkat yang Anda masukkan; dikonversi ke efektif tahunan sebelum dipakai.Dari Konvensi data kurva sumber Anda.Contoh Annual effective
- Interpolasi antartitik (≤ LLP)
- Hanya mengisi tenor di antara titik pasar pada segmen observable; titik pasar sendiri tidak diubah.Dari Kebijakan valuasi; log-linear paling stabil dan menjadi bawaan.Contoh Log-linear pada faktor diskonto
- 2
Tetapkan segmen dan teknik ekstrapolasi
LLP membatasi segmen observable, UP menentukan kapan kurva konvergen ke URFR. Smith-Wilson, linear, atau Nelson-Siegel-Svensson hanya membentuk kurva di antara LLP dan UP.
- Last Liquid Point (LLP)
- Batas akhir segmen observable, ditetapkan dari analisis kedalaman pasar SBN. Titik bertenor lebih panjang dari LLP tidak dipakai.Dari Analisis kedalaman pasar atas outstanding SBN per sisa tenor.Contoh 30
- Ultimate Point (UP)
- Tenor saat kurva konvergen penuh ke URFR, misalnya 70 tahun. Jarak LLP–UP perlu cukup panjang agar kurva tidak berubah terlalu tajam.Dari Kebijakan valuasi; misalnya 70 tahun seperti educational note CIA.Contoh 70
- Ultimate risk-free rate (URFR)
- Tingkat bebas risiko jangka sangat panjang (efektif tahunan); setelah UP, forward kurva sama dengan URFR.Dari Rata-rata historis yield SBN tenor panjang, atau rata-rata suku bunga riil ditambah target inflasi.Contoh 7,09%
- Teknik ekstrapolasi LLP–UP
- Hanya membentuk kurva di antara LLP dan UP; segmen observable tetap mengikuti data pasar dan segmen setelah UP tetap pada URFR.Dari Kebijakan valuasi; transisi kurva harus mulus dan konsisten.Contoh Smith-Wilson
- Penentuan alfa
- Kalibrasi: alfa terkecil yang membuat forward di UP berada dalam toleransi terhadap URFR, untuk kurva current dan locked-in sekaligus.Dari Otomatis mencari alfa terkecil yang memenuhi toleransi; manual bila kebijakan menetapkan nilainya.Contoh Dikalibrasi otomatis
- Kecepatan konvergensi alfa
- Kecepatan kurva menuju URFR; makin besar, makin cepat.Dari Ketentuan pengawas atau kebijakan valuasi.Contoh 0,10
- Toleransi konvergensi
- Selisih maksimum forward di UP terhadap URFR.Dari Toleransi konvergensi menurut kebijakan valuasi.Contoh 1,00
- Panjang kurva
- Banyak bulan yang ditampilkan (600 bulan = 50 tahun). Kurva di Pustaka Asumsi tetap diperpanjang sampai UP.Dari Panjang kurva yang ingin ditampilkan dan diekspor.Contoh 600
- 3
Tentukan premi ilikuiditas (bottom-up)
Isi premi ilikuiditas manual dari kajian pengalaman, atau hitung dengan pendekatan hybrid dari spread portofolio acuan setelah dikurangi ECL dan UCL. Nilainya bergerak menuju premi ilikuiditas ultimate di segmen unobservable.
- Cara menentukan premi ilikuiditas
- Satu angka, tabel per tenor (tempel atau template Excel), atau hybrid: IP = r × (spread − (ECL + UCL)) dari portofolio acuan.Dari Kajian pengalaman berkala atas illiquidity premium.Contoh Satu angka
- Premi ilikuiditas segmen observable
- Ditambahkan pada spot kurva bebas risiko sampai LLP (100 bp = 1%). SEOJK 23/SEOJK.05/2024 mensyaratkan kajian berkala.Dari Analisis portofolio aset terhadap kurva bebas risiko.Contoh 50,00
- IP per tenor
- IP (bp) per tenor tahun; tenor di antara titik diinterpolasi linear, di luar titik memakai nilai terdekat.Dari Kajian IP per tenor (tempel dari Excel atau unggah template).
- Skor relatif IP (r)
- Matriks likuiditas liabilitas: likuid 0–25%, kurang likuid 25–100%.Dari Penilaian kualitatif likuiditas kontrak: nilai keluar, biaya keluar, dan nilai inheren.Contoh 50,00%
- Spread dan CPD per tenor
- Spread = spot portofolio acuan − spot SBN pada tenor yang sama. CPD = probabilitas gagal bayar kumulatif sampai tenor itu.Dari Data spot portofolio acuan dan SBN, serta studi gagal bayar (misalnya PEFINDO).
- Loss given default (LGD)
- Estimasi persentase kerugian saat gagal bayar; rujukan internasional 45%.Dari Riset tingkat pemulihan; rujukan internasional 45%.Contoh 60,00%
- UCL (% dari ECL)
- Unexpected credit loss metode fixed margin, misalnya 100% dari ECL.Dari Kebijakan risiko kredit: fixed margin, cost of capital, atau metode lain.Contoh 100,00%
- IP sesudah LLP
- Tetap: IP forward sama dengan di LLP, tanpa perlu menaksir ultimate IP. Menuju UIP: bergerak linear sampai UP.Dari Kebijakan kurva perusahaan; pilih Tetap bila tidak ada kajian IP tenor panjang.Contoh Tetap seperti di LLP
- Premi ilikuiditas ultimate (UIP)
- IP forward bergerak linear dari nilai di LLP menuju UIP di UP, lalu tetap; forward kurva tidak patah.Dari Rata-rata atau rentang historis IP tenor panjang per portofolio acuan.Contoh 50,00
- 4
Tentukan penyesuaian risiko kredit (top-down)
Yield portofolio acuan dikurangi ECL dan UCL per tenor, atau satu angka penyesuaian manual. Penyesuaian lain dapat ditambahkan dengan memperhatikan batas SEOJK.
- Cara menentukan penyesuaian
- Satu angka, tabel per tenor (tempel atau template Excel), atau model kerugian kredit ECL + UCL per tenor.Dari Kebijakan valuasi atas penyesuaian risiko kredit (par. B81).Contoh Model kerugian kredit (ECL + UCL)
- Penyesuaian risiko kredit
- Dikurangkan dari yield portofolio acuan di setiap tenor.Dari Analisis spread kredit portofolio acuan.Contoh 60,00
- Penyesuaian kredit per tenor
- Penyesuaian (bp) per tenor tahun, dikurangkan dari yield acuan; diinterpolasi linear ke setiap titik pasar.Dari Kajian spread kredit per tenor portofolio acuan (tempel dari Excel atau unggah template).
- CPD per tenor
- Probabilitas gagal bayar kumulatif portofolio acuan sampai tenor itu; di antara tenor diinterpolasi linear.Dari Studi gagal bayar per peringkat, dibobot komposisi portofolio acuan.
- Loss given default (LGD)
- Estimasi persentase kerugian saat gagal bayar; rujukan internasional 45%.Dari Riset tingkat pemulihan; rujukan internasional 45%.Contoh 60,00%
- UCL (% dari ECL)
- Unexpected credit loss metode fixed margin, misalnya 100% dari ECL.Dari Kebijakan risiko kredit: fixed margin, cost of capital, atau metode lain.Contoh 100,00%
- Penyesuaian lainopsional
- Positif menaikkan tingkat. SEOJK 23/SEOJK.05/2024 membatasi premi ilikuiditas pendekatan top-down paling besar 50 bp.Dari Ketentuan pengawas atau kebijakan valuasi.Contoh 0,00
- 5
Periksa LLP dengan kedalaman pasar
Isi outstanding SBN per sisa tenor dan ambang materialitas. Aplikasi menghitung R_T dan menandai bila LLP yang diisi berbeda dari saran.
- Analisis kedalaman pasaropsional
- Menyarankan LLP dari distribusi outstanding SBN dan membandingkannya dengan LLP yang diisi.Dari Aktifkan bila data outstanding SBN tersedia.Contoh Ya
- Outstanding SBN per sisa tenoropsional
- Satu baris per tahun sisa tenor, misalnya dari data DJPPR. Isian bawaan adalah ILUSTRASI dari porsi yang disajikan Petunjuk Teknis.Dari Data outstanding SBN per seri dari DJPPR, dikelompokkan per tahun sisa tenor.
- Ambang materialitas R_Topsional
- LLP disarankan pada tenor tertinggi dengan porsi outstanding bertenor lebih panjang tidak kurang dari ambang. EIOPA memakai 6%.Dari Kebijakan materialitas entitas; EIOPA memakai 6%.Contoh 1,50%
- 6
Bandingkan dengan kurva locked-in
Kurva locked-in adalah kurva pada tanggal pengakuan awal dan dibangun dengan parameter yang sama. Selisihnya terhadap kurva current menggerakkan beban keuangan asuransi (IFIE).
- Tanggal kurva locked-inopsional
- Tanggal pengakuan awal; kurva pada tanggal ini dipakai untuk akresi CSM.Dari Tanggal pengakuan awal grup kontrak yang dibandingkan.Contoh 2025-12-31
- Tanggal valuasi
- Tanggal kurva current.Dari Tanggal neraca yang sedang disusun.Contoh 2026-12-31
- 7
Hitung, lalu baca hasilnya
Tekan Hitung, periksa uji konstruksi di tab Analisis, lalu terbitkan kurvanya ke Pustaka Asumsi supaya dapat dipakai layar GMA, PAA, VFA, dan Quick Tools.
Seluruh isian sudah berisi nilai bawaan yang sah, jadi perhitungan dapat langsung dijalankan. Sesuaikan setiap isian dengan kontrak Anda, lalu simpan sebagai set input lewat kontrol di kepala panel Input supaya tidak perlu mengetik ulang.
Ringkasan angka di layar ini bisa dipakai sebagai konteks percakapan. Tidak ada yang terkirim sampai Anda menekan kirim di layar AI.