Lewati ke konten
AKTUARIUM
AI

Materi

Belajar

Materi bertahap yang menjelaskan dari mana setiap angka PSAK 117 berasal, lengkap dengan contoh yang dapat dihitung ulang.

Cara memakai materi ini

Materi ini disusun bertahap: mulai dari dasar PSAK 117 dan alur kerja valuasi, lalu satu modul untuk tiap model pengukuran dan penyesuaian risiko, lalu topik lanjutan sampai transisi. Tiap modul memuat langkah penjelasan, contoh angka kecil yang dapat dihitung ulang sendiri, poin penting, kesalahan yang sering terjadi, dan tautan ke alat yang mengerjakan hitungan yang sama pada skala penuh.

Kerjakan modul dari atas ke bawah. Setiap modul berdiri sendiri, tetapi modul lanjutan mengandaikan Anda sudah membaca modul dasar dan modul model yang relevan.

Dasar

Kerangka, pengelompokan kontrak, dan alur kerja dari asumsi sampai laporan

3 modul · ±17 menit
1Apa yang diukur PSAK 117Kontrak asuransi, portofolio dan kelompok, serta tiga blok yang menyusun liabilitas.6 menit
  1. 1Yang menentukan adalah risiko, bukan nama produk

    Sebuah kontrak masuk PSAK 117 bila entitas menerima risiko asuransi yang signifikan dari pihak lain dan setuju memberi kompensasi bila peristiwa yang tidak pasti merugikan pihak itu terjadi. Produk yang hanya mengelola dana tanpa risiko asuransi signifikan diukur dengan standar instrumen keuangan.

  2. 2Kontrak dikelompokkan sebelum diukur

    Kontrak sejenis yang dikelola bersama membentuk portofolio. Portofolio dipecah menjadi kelompok: yang onerous sejak awal, yang tidak punya kemungkinan signifikan menjadi onerous, dan sisanya. Kontrak yang terbit lebih dari satu tahun terpisah tidak boleh satu kelompok. Pengelompokan menentukan angkanya, karena kerugian tidak boleh saling hapus antarkelompok.

  3. 3Liabilitas tersusun dari tiga blok

    Nilai kini arus kas pemenuhan, penyesuaian risiko non-keuangan, dan margin jasa kontraktual. Dua yang pertama adalah estimasi kewajiban; yang ketiga adalah laba yang belum diperoleh dan akan diakui selama masa pertanggungan. Sesudah pengakuan awal, liabilitas dipisah menjadi liabilitas sisa pertanggungan dan liabilitas klaim terjadi.

Contoh angka

PV premi masa depan1.000,00
PV klaim dan biaya masa depan820,00
Penyesuaian risiko60,00
FCF = keluar − masuk + RA(120,00)
CSM = maks(0; −FCF)120,00

FCF negatif berarti arus masuk melebihi arus keluar, sehingga kontrak menguntungkan dan selisihnya menjadi CSM. Bila FCF positif, angka itu menjadi loss component dan langsung dibebankan.

Poin penting

  • Ukuran yang menentukan adalah risiko asuransi yang signifikan, bukan nama atau bentuk produk.
  • Liabilitas = arus kas pemenuhan (BEL + RA) + CSM; CSM adalah laba yang belum diperoleh.
  • Kontrak onerous tidak punya CSM: kekurangannya langsung menjadi loss component di laba rugi.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menganggap premi yang diterima sebagai pendapatan periode itu.
  • Mengukur per polis lalu menjumlahkan, padahal CSM dan kerugian ditentukan per kelompok.

Istilah di modul ini

FCF
Arus kas pemenuhan: estimasi arus kas ditambah risk adjustment.
RA
Risk adjustment: kompensasi atas ketidakpastian risiko non-keuangan.
CSM
Laba yang belum diakui; dilepas ke laba rugi sepanjang masa pertanggungan.
LRC
Liabilitas atas sisa masa pertanggungan.
LIC
Liabilitas atas klaim yang sudah terjadi tetapi belum dibayar.
2Pengelompokan kontrakPortofolio, kohort tahunan, dan tiga kelas profitabilitas — dan mengapa pengelompokan mengubah angka.6 menit
  1. 1Portofolio: risiko serupa yang dikelola bersama

    Langkah pertama adalah mengidentifikasi portofolio, yaitu kontrak dengan risiko serupa yang dikelola bersama. Asuransi jiwa berjangka dan dwiguna umumnya portofolio berbeda karena risikonya berbeda, walau dijual oleh saluran yang sama.

  2. 2Kohort tahunan

    Kontrak yang terbit lebih dari satu tahun terpisah tidak boleh berada dalam kelompok yang sama. Karena itu setiap portofolio dipecah per tahun terbit, dan label kelompok di Aktuarium memuat tahun itu.

  3. 3Tiga kelas profitabilitas saat pengakuan awal

    Dalam tiap kohort, kontrak dipisah menjadi yang onerous sejak awal, yang tidak punya kemungkinan signifikan menjadi onerous, dan sisanya. Kelasnya dinilai saat kontrak diakui dan tidak dinilai ulang sesudahnya.

  4. 4Mengapa ini penting

    Di dalam satu kelompok, kontrak yang menguntungkan dan yang merugi saling hapus. Bila dipisah, kerugian kontrak onerous langsung diakui dan CSM kontrak yang menguntungkan tetap utuh. Pengelompokan yang salah karena itu menunda pengakuan kerugian.

Contoh angka

FCF kontrak A (menguntungkan)(50,00)
FCF kontrak B (onerous)20,00
Bila satu kelompok: CSM30,00
Bila dipisah: CSM kelompok A50,00
Bila dipisah: kerugian B di laba rugi20,00

Digabung, kerugian B tertutup keuntungan A sehingga tidak ada kerugian yang diakui. Dipisah — seperti yang diwajibkan bila keduanya berbeda kelas — kerugian 20 langsung masuk laba rugi.

Poin penting

  • Urutannya: portofolio → kohort tahunan → kelas profitabilitas saat terbit.
  • Kelas profitabilitas tidak dinilai ulang setelah pengakuan awal.
  • Pengelompokan menentukan kapan kerugian diakui.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menggabungkan kohort beberapa tahun dalam satu kelompok.
  • Menaruh kontrak onerous dan menguntungkan dalam satu kelompok sehingga kerugian tertunda.

Istilah di modul ini

Onerous
Kontrak yang merugi sejak pengakuan awal; kerugiannya tidak boleh ditunda.
CSM
Laba yang belum diakui; dilepas ke laba rugi sepanjang masa pertanggungan.
Loss component (LC)
Bagian liabilitas untuk kontrak onerous; kerugiannya diakui langsung.
3Alur kerja valuasi di AktuariumDari asumsi dan produk sampai valuasi seluruh polis, sensitivitas, dan laporan yang dapat diaudit.5 menit
  1. 1Bentuk asumsi sekali

    Kurva diskonto dibentuk di Discount Rate Lab dan tabel mortalita atau frekuensi di Tabel Mortalita & Morbiditas. Keduanya diterbitkan ke Pustaka Asumsi, lalu dipanggil dari layar pengukuran lewat pilihan "Dari Pustaka" sehingga semua produk memakai asumsi yang sama.

  2. 2Definisikan produk dan ukur satu kontrak

    Ketentuan manfaat dan komponen arus kas disimpan di Pustaka Produk. Produk itu diukur di GMA, PAA, atau VFA Generator; hasil yang sudah diperiksa disimpan sebagai run di Pustaka Run.

  3. 3Valuasi seluruh polis

    Valuasi Polis menerapkan run tersimpan pada data polis dari sistem administrasi, mengelompokkan kontrak, dan menghasilkan liabilitas, laba rugi, serta pergerakan per kelompok pada tanggal valuasi.

  4. 4Uji kepekaan dan telusuri

    Skenario & Sensitivitas menghitung ulang seluruh polis dengan asumsi yang digeser. CSM Roll-Forward menampilkan pergerakan CSM per kelompok. Setiap langkah dapat diunduh sebagai berkas Excel berformula yang menutup dengan tie-out nol.

Contoh angka

BEL skenario dasar1.000,00
BEL dengan mortalita +10%1.030,00
Δ BEL30,00
CSM skenario dasar200,00
CSM setelah guncangan170,00
Loss component setelah guncangan0,00

Pada pengakuan awal, kenaikan BEL akibat guncangan diserap CSM selama CSM masih cukup; baru sisanya menjadi loss component.

Poin penting

  • Asumsi dibentuk di satu tempat dan dipanggil, tidak diketik ulang.
  • Run tersimpan menjadi sumber valuasi seluruh polis dan dasar perbandingan.
  • Setiap keluaran memiliki berkas Excel berformula untuk ditelaah.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mengetik ulang kurva di tiap layar sehingga produk memakai kurva yang berbeda.
  • Menjalankan valuasi dari run yang belum diperiksa tie-out-nya.

Istilah di modul ini

Run
Satu hasil perhitungan yang disimpan beserta input dan asumsinya.
Δ
Perubahan dari satu keadaan ke keadaan lain, misalnya terhadap skenario dasar.
Tie-out
Pemeriksaan bahwa perubahan saldo sama dengan penggeraknya. Wajib nol.

Model pengukuran

Tiga cara mengukur kontrak, kapan masing-masing dipakai, dan penyesuaian risikonya

4 modul · ±29 menit
4Pengukuran umum (GMA) langkah demi langkahTujuh langkah dari proyeksi arus kas sampai roll-forward, dengan contoh satu kontrak.8 menit
  1. 1Proyeksikan arus kas, lalu diskonto

    Arus kas yang diproyeksikan hanyalah yang dapat diatribusikan pada kontrak: premi, klaim, manfaat, biaya akuisisi, dan biaya pemeliharaan. Arus kas itu didiskonto pada kurva yang mencerminkan nilai waktu uang dan likuiditas kontrak. Premi diperhitungkan di awal bulan dan manfaat di akhir bulan, supaya roll-forward menutup tanpa sisa.

  2. 2Tambahkan penyesuaian risiko, lalu tentukan CSM

    Penyesuaian risiko adalah kompensasi yang diminta entitas untuk menanggung ketidakpastian arus kas non-keuangan. Setelah itu CSM ditetapkan sebesar nilai yang membuat tidak ada laba maupun rugi pada pengakuan awal; bila arus kas pemenuhan sudah merugi, CSM nol dan kekurangannya menjadi loss component.

  3. 3Gulirkan tiap periode

    Setiap periode CSM diakresi pada tingkat diskonto saat pengakuan awal, disesuaikan oleh perubahan estimasi yang berkaitan dengan jasa masa depan, lalu sebagian dilepas ke laba sebanding unit pertanggungan yang diberikan periode itu. Perubahan yang berkaitan dengan jasa masa lalu dan kini langsung masuk laba rugi.

Contoh angka

CSM pengakuan awal120,00
Akresi bunga 5%6,00
CSM setelah akresi126,00
Pelepasan tahun 1 (1 dari 10 unit)12,60
CSM akhir tahun 1113,40

Dengan sepuluh unit pertanggungan yang sama tiap tahun, pelepasan CSM tahun pertama adalah sepersepuluh dari CSM setelah akresi. Itulah pendapatan jasa asuransi dari CSM pada tahun itu.

Poin penting

  • Hanya arus kas yang dapat diatribusikan pada kontrak yang masuk BEL; biaya umum di luar BEL.
  • CSM diakresi pada kurva locked-in dan dilepas sebanding unit pertanggungan.
  • Perubahan estimasi jasa masa depan menyesuaikan CSM; perubahan jasa kini dan lalu masuk laba rugi.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Mengakresi CSM pada kurva current, sehingga pendapatan keuangan tercampur dengan hasil jasa.
  • Melepas CSM rata per bulan tanpa memperhatikan jumlah polis yang masih in-force.

Istilah di modul ini

CSM
Laba yang belum diakui; dilepas ke laba rugi sepanjang masa pertanggungan.
Coverage units
Ukuran jasa yang diberikan tiap periode; menentukan besar pelepasan CSM.
Onerous
Kontrak yang merugi sejak pengakuan awal; kerugiannya tidak boleh ditunda.
5Alokasi premi (PAA) dan uji kelayakannyaPenyederhanaan untuk kontrak pendek, beserta cara membuktikan ia boleh dipakai.7 menit
  1. 1LRC dihitung dari premi, bukan dari proyeksi

    Liabilitas sisa pertanggungan dimulai dari premi yang diterima, dikurangi arus kas akuisisi yang ditangguhkan, lalu dikurangi pendapatan yang sudah diakui. Tidak ada CSM dan biasanya tidak ada diskonto, karena kontraknya pendek dan tidak memuat komponen pendanaan signifikan.

  2. 2Klaim yang sudah terjadi diukur terpisah

    Begitu klaim terjadi, ia berpindah dari liabilitas sisa pertanggungan ke liabilitas klaim terjadi, dan diukur sebagai nilai kini arus kas klaim yang belum dibayar ditambah penyesuaian risiko. Bila klaim diselesaikan lebih dari setahun setelah terjadi, liabilitas itu wajib didiskonto.

  3. 3Kelayakannya dibuktikan, bukan diasumsikan

    PAA boleh dipakai bila masa pertanggungan tidak lebih dari dua belas bulan. Di luar itu, entitas harus menunjukkan bahwa hasilnya tidak berbeda material dari pengukuran umum atas arus kas yang sama — dan itulah yang dikerjakan sakelar uji kelayakan di layar PAA Generator.

Contoh angka

Premi diterima di awal1.200,00
Pendapatan diakui sampai bulan 6600,00
LRC akhir bulan 6600,00
Klaim terjadi sampai bulan 6400,00
LIC akhir bulan 6 bila separuh sudah dibayar200,00

Selama pengakuan pendapatan mengikuti berlalunya waktu, LRC turun rata setiap bulan. Pada bulan keenam, separuh premi sudah menjadi pendapatan.

Poin penting

  • LRC PAA berangkat dari premi, bukan dari proyeksi arus kas dan tanpa CSM.
  • LIC tetap diukur sebagai nilai kini arus kas klaim ditambah penyesuaian risiko.
  • Masa pertanggungan lebih dari 12 bulan memerlukan bukti kelayakan terhadap pengukuran umum.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memakai PAA untuk kontrak multi-tahun tanpa uji kelayakan yang terdokumentasi.
  • Lupa menguji onerous pada PAA ketika fakta dan keadaan menunjukkan kontrak merugi.

Istilah di modul ini

LRC
Liabilitas atas sisa masa pertanggungan.
LIC
Liabilitas atas klaim yang sudah terjadi tetapi belum dibayar.
Arus kas akuisisi
Biaya memperoleh polis; boleh dibebankan langsung atau diamortisasi.
6Fee variabel (VFA) untuk kontrak partisipasiKapan VFA dipakai, dan mengapa CSM-nya menyerap perubahan nilai underlying items.7 menit
  1. 1Tiga kriteria yang harus dipenuhi

    Kontrak memenuhi VFA bila syaratnya menyatakan pemegang polis berpartisipasi atas sekumpulan underlying items yang jelas, entitas berjanji membayar sebagian substansial dari nilai wajar imbal hasilnya, dan sebagian substansial perubahan yang dibayarkan bervariasi mengikuti underlying items.

  2. 2Imbalan entitas adalah fee variabel

    Pada kontrak seperti ini, bagian entitas atas underlying items dikurangi arus kas pemenuhan yang tidak bervariasi adalah imbalan atas jasanya. Karena itu perubahan nilai underlying items yang menjadi bagian entitas menyesuaikan CSM, bukan langsung menjadi laba periode berjalan.

  3. 3Akibatnya pada laba

    Imbal hasil yang lebih tinggi menaikkan bagian entitas dan menambah CSM; imbal hasil yang lebih rendah menguranginya. Dampak pada laba periode berjalan karena itu jauh lebih halus daripada pengukuran umum — sampai CSM habis dan kekurangannya menjadi loss component.

Contoh angka

Nilai dana awal1.000,00
Imbal hasil dana 8%80,00
Biaya pengelolaan 1,8% dari dana19,44
Tambahan bagian entitas1,44
CSM sesudah penyesuaian61,44

Dana yang naik 8% menambah biaya pengelolaan yang dapat dipungut entitas: 1,8% dari 1.080 adalah 19,44, sedangkan dari 1.000 hanya 18. Selisih 1,44 itu menyesuaikan CSM — dari 60 menjadi 61,44 — bukan langsung menjadi laba.

Poin penting

  • VFA hanya untuk kontrak partisipasi langsung yang memenuhi ketiga kriteria sejak awal.
  • Perubahan bagian entitas atas underlying items menyesuaikan CSM, bukan laba periode berjalan.
  • Biaya yang sudah dipungut dari dana adalah laba yang terealisasi melalui pelepasan CSM, bukan penyesuaian CSM.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menilai kriteria VFA dari perilaku historis, bukan dari syarat kontrak.
  • Mendiskonto seluruh arus kas pada satu tingkat, padahal arus kas yang bervariasi mengikuti imbal hasil underlying items.

Istilah di modul ini

CSM
Laba yang belum diakui; dilepas ke laba rugi sepanjang masa pertanggungan.
IFIE
Beban keuangan asuransi: bunga atas liabilitas dan efek perubahan tingkat diskonto.
7Penyesuaian risiko (RA)Kompensasi atas ketidakpastian non-keuangan: metode, tingkat keyakinan, dan pelepasannya.7 menit
  1. 1Apa yang dikompensasi RA

    RA adalah imbalan yang diminta entitas karena menanggung ketidakpastian jumlah dan waktu arus kas akibat risiko non-keuangan: mortalita, morbiditas, lapse, dan biaya. Risiko keuangan seperti suku bunga tidak masuk RA; ia tercermin di tingkat diskonto.

  2. 2Tiga metode yang lazim

    Metode persentase menerapkan persentase atas BEL. Cost of capital menghitung biaya modal atas modal yang harus ditahan setiap tahun lalu mendiskontonya. Provision for adverse deviation mengukur ulang BEL dengan asumsi bermargin; RA adalah selisihnya. Ketiganya tersedia di layar GMA.

  3. 3Tingkat keyakinan wajib diungkapkan

    Apa pun metodenya, entitas wajib mengungkapkan tingkat keyakinan yang setara dengan RA-nya, misalnya persentil ke-75 distribusi arus kas. Tujuannya agar pembaca dapat membandingkan RA antarentitas yang memakai metode berbeda.

  4. 4RA dilepas seiring risiko berkurang

    Setiap periode RA diakresi lalu sebagian dilepas ke pendapatan jasa asuransi karena risiko yang ditanggung sudah berlalu. Perubahan RA yang berkaitan dengan jasa masa depan menyesuaikan CSM, sama seperti perubahan BEL.

Contoh angka

Modal yang ditahan tahun 1100,00
Modal yang ditahan tahun 280,00
Modal yang ditahan tahun 350,00
Tingkat biaya modal6,00%
PV modal pada 5%210,99
RA = biaya modal × PV modal12,66

Modal yang harus ditahan tiap tahun didiskonto pada 5%, lalu dikalikan biaya modal 6%. Hasilnya adalah RA metode cost of capital.

Poin penting

  • RA hanya untuk risiko non-keuangan.
  • Tingkat keyakinan yang setara wajib diungkapkan, apa pun metodenya.
  • Perubahan RA untuk jasa masa depan menyesuaikan CSM.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memasukkan risiko suku bunga ke RA sehingga terhitung dua kali dengan kurva diskonto.
  • Mengganti metode RA antarperiode tanpa menjelaskan dampaknya.

Istilah di modul ini

RA
Risk adjustment: kompensasi atas ketidakpastian risiko non-keuangan.
FCF
Arus kas pemenuhan: estimasi arus kas ditambah risk adjustment.

Lanjutan

Tingkat diskonto, roll-forward, penyajian, asuransi umum, dan transisi

5 modul · ±33 menit
8Menyusun tingkat diskontoBottom-up dan top-down, kurva tiga segmen, dan beda kurva locked-in dengan kurva current.8 menit
  1. 1Dua jalan menuju kurva yang sama

    Bottom-up berangkat dari kurva bebas risiko lalu menambahkan premi ilikuiditas. Top-down berangkat dari imbal hasil portofolio acuan lalu menguranginya dengan penyesuaian risiko kredit dan penyesuaian lain yang dapat dijelaskan. Keduanya berusaha mencerminkan karakteristik arus kas kontrak, bukan imbal hasil aset yang dimiliki.

  2. 2Kurva dibangun dalam tiga segmen

    Sampai titik likuid terakhir, kurva mengikuti titik pasar. Antara titik likuid terakhir dan titik ultimate, kurva diekstrapolasi menuju tingkat forward ultimate. Setelah titik ultimate, gaya forward tetap. Titik likuid terakhir ditentukan dari kedalaman pasar, bukan dari selera.

  3. 3Locked-in dan current

    CSM diakresi pada kurva saat kontrak diakui — kurva locked-in — sedangkan liabilitas pada tanggal pelaporan diukur pada kurva current. Selisih keduanya muncul sebagai pendapatan atau beban keuangan asuransi, bukan sebagai hasil jasa asuransi.

Contoh angka

Spot 1 tahun6,75%
Faktor diskonto 1 tahun0,936768
Spot 3 tahun7,05%
Faktor diskonto 3 tahun0,815155
PV klaim 1.000 pada tahun ke-3815,16

Faktor diskonto satu tahun pada 6,75% adalah 1 dibagi 1,0675. Untuk arus kas tiga tahun, faktornya dipangkatkan tiga.

Poin penting

  • Kurva mencerminkan karakteristik arus kas kontrak, bukan imbal hasil aset yang dimiliki entitas.
  • Segmen observable mengikuti titik pasar; ekstrapolasi mengarah ke URFR; setelah UP forward tetap.
  • Kurva locked-in untuk akresi CSM, kurva current untuk mengukur liabilitas; selisihnya IFIE.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menambahkan premi ilikuiditas dua kali: sekali di kurva pustaka dan sekali lagi di layar pengukuran.
  • Memilih LLP yang lebih panjang dari kedalaman pasar yang ada.

Istilah di modul ini

IFIE
Beban keuangan asuransi: bunga atas liabilitas dan efek perubahan tingkat diskonto.
9Roll-forward CSM dan loss componentEmpat penggerak CSM, dan apa yang terjadi ketika kelompok menjadi onerous.7 menit
  1. 1Empat penggerak, satu urutan

    Saldo awal ditambah kontrak baru, lalu diakresi bunga, lalu disesuaikan perubahan estimasi arus kas jasa masa depan, lalu dikurangi pelepasan sebanding unit pertanggungan. Urutannya penting: akresi memakai saldo sebelum pelepasan, dan pelepasan memakai saldo setelah semua penyesuaian.

  2. 2Loss component adalah pembagian memo

    Loss component bukan liabilitas tambahan; ia bagian dari liabilitas sisa pertanggungan yang ditandai sebagai kerugian yang sudah diakui. Alokasinya mengurangi pendapatan dan beban dalam jumlah yang sama, sehingga tidak melahirkan laba semu.

  3. 3Perubahan yang menguntungkan membalik kerugian lebih dulu

    Bila estimasi membaik pada kelompok yang onerous, perbaikan itu membalik loss component sampai habis; baru sesudah itu sisanya membentuk CSM kembali. Karena itu kelompok yang pernah onerous tidak langsung mencatat laba begitu asumsinya membaik.

Contoh angka

CSM awal500,00
Akresi bunga25,00
Perubahan estimasi jasa masa depan(40,00)
Pelepasan periode ini(48,50)
CSM akhir436,50

Tie-out roll-forward wajib nol: saldo akhir menurut penggerak harus sama dengan saldo akhir yang dilaporkan. Nilai bukan nol menandakan data yang belum konsisten.

Poin penting

  • Urutan penggerak: kontrak baru, akresi, perubahan estimasi, lalu pelepasan.
  • Loss component adalah pembagian memo di dalam LRC, bukan liabilitas tambahan.
  • Perbaikan estimasi pada kelompok onerous membalik loss component lebih dulu.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menjumlahkan loss component ke liabilitas sehingga liabilitas tercatat dua kali.
  • Menghitung pelepasan dari saldo awal, bukan dari saldo setelah akresi dan penyesuaian.

Istilah di modul ini

CSM
Laba yang belum diakui; dilepas ke laba rugi sepanjang masa pertanggungan.
Loss component (LC)
Bagian liabilitas untuk kontrak onerous; kerugiannya diakui langsung.
Coverage units
Ukuran jasa yang diberikan tiap periode; menentukan besar pelepasan CSM.
Tie-out
Pemeriksaan bahwa perubahan saldo sama dengan penggeraknya. Wajib nol.
10Penyajian dan pengungkapanMengapa pendapatan tidak sama dengan premi, dan apa yang wajib direkonsiliasi.6 menit
  1. 1Pendapatan bukan premi

    Pendapatan jasa asuransi adalah imbalan yang diharapkan atas jasa yang diberikan periode itu, tanpa komponen investasi. Premi yang diterima muncul di arus kas, bukan di laba rugi. Perbedaan ini yang paling sering mengejutkan pembaca laporan pertama pasca PSAK 117.

  2. 2Hasil jasa dipisahkan dari hasil keuangan

    Hasil jasa asuransi adalah pendapatan dikurangi beban jasa asuransi. Efek nilai waktu uang dan perubahan asumsi keuangan disajikan sebagai pendapatan atau beban keuangan asuransi, terpisah, dan sebagiannya dapat disajikan di penghasilan komprehensif lain.

  3. 3Rekonsiliasi adalah inti pengungkapan

    Pembaca harus dapat menelusuri saldo pembuka ke saldo penutup untuk liabilitas sisa pertanggungan dan liabilitas klaim terjadi, beserta penggeraknya. Karena itu seluruh alat di Aktuarium menampilkan tie-out: bila rekonsiliasi tidak menutup, angkanya belum dapat dilaporkan.

Contoh angka

Premi diterima1.000,00
Komponen investasi300,00
Dasar pendapatan700,00
Beban jasa asuransi620,00
Hasil jasa asuransi80,00

Premi 1.000 yang memuat komponen investasi 300 hanya menyumbang 700 ke pendapatan sepanjang masa pertanggungan; 300 sisanya adalah pengembalian dana pemegang polis.

Poin penting

  • Pendapatan jasa asuransi mengecualikan komponen investasi.
  • Hasil jasa asuransi disajikan terpisah dari pendapatan dan beban keuangan asuransi.
  • Rekonsiliasi saldo LRC dan LIC wajib menutup sebelum angkanya dilaporkan.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menyajikan premi bruto sebagai pendapatan seperti praktik sebelum PSAK 117.
  • Mengabaikan selisih kecil pada rekonsiliasi yang sebenarnya menandakan data tidak konsisten.

Istilah di modul ini

IFIE
Beban keuangan asuransi: bunga atas liabilitas dan efek perubahan tingkat diskonto.
Tie-out
Pemeriksaan bahwa perubahan saldo sama dengan penggeraknya. Wajib nol.
11Asuransi umum: frekuensi dan severitasMengukur kontrak non-jiwa tanpa tabel mortalita, dari paparan sampai run-off klaim.6 menit
  1. 1Klaim diperkirakan dari paparan

    Pada asuransi umum, klaim yang diharapkan adalah jumlah unit risiko dikalikan frekuensi klaim per unit per tahun dikalikan biaya rata-rata satu klaim. Tidak ada tabel mortalita; yang menggantikannya adalah pengalaman klaim portofolio sendiri.

  2. 2Klaim dibayar belakangan

    Klaim yang terjadi bulan ini biasanya baru selesai dibayar beberapa bulan kemudian. Pola pembayaran itu menentukan besarnya liabilitas klaim terjadi dan lamanya run-off, dan bila ekornya lebih dari setahun, liabilitasnya wajib didiskonto.

  3. 3Inflasi klaim berdiri sendiri

    Biaya rata-rata klaim naik mengikuti harga perbaikan atau biaya medis, yang tidak harus sama dengan inflasi biaya operasional. Karena itu asumsi inflasi severitas ditetapkan terpisah dari inflasi biaya.

Contoh angka

Unit risiko5.000
Frekuensi klaim per tahun0,14
Severitas rata-rataRp18.000.000
Klaim yang diharapkan setahunRp12.600.000.000
Rasio klaim terhadap premi 3.500 per unit72,00%

Rasio gabungan di bawah seratus persen berarti kontrak menguntungkan sebelum memperhitungkan hasil investasi.

Poin penting

  • Klaim yang diharapkan = unit risiko × frekuensi × severitas.
  • Pola pembayaran klaim menentukan LIC dan lamanya run-off.
  • Inflasi severitas ditetapkan terpisah dari inflasi biaya operasional.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memakai rasio klaim historis tanpa menyesuaikan perubahan paparan atau inflasi.
  • Tidak mendiskonto LIC yang ekor pembayarannya lebih dari setahun.

Istilah di modul ini

LIC
Liabilitas atas klaim yang sudah terjadi tetapi belum dibayar.
LRC
Liabilitas atas sisa masa pertanggungan.
12Transisi ke PSAK 117Tiga pendekatan penerapan awal dan cara masing-masing menentukan CSM pada tanggal transisi.6 menit
  1. 1Retrospektif penuh sebagai titik awal

    Standar meminta penerapan retrospektif penuh: kelompok diukur seolah PSAK 117 selalu berlaku sejak kontrak diakui. Ini memerlukan asumsi dan data historis sejak tanggal terbit, termasuk kurva locked-in pada saat itu.

  2. 2Bila tidak praktis: retrospektif dimodifikasi

    Bila penerapan penuh tidak praktis, entitas boleh memakai modifikasi tertentu yang mendekati hasil retrospektif dengan informasi yang tersedia tanpa biaya berlebihan, misalnya memperkirakan arus kas masa lalu dari arus kas masa depan yang disesuaikan.

  3. 3Atau nilai wajar

    Pada pendekatan nilai wajar, CSM pada tanggal transisi adalah selisih nilai wajar kelompok dengan arus kas pemenuhannya. Bila arus kas pemenuhan lebih besar dari nilai wajar, selisihnya menjadi loss component.

  4. 4Yang diungkapkan

    Entitas mengungkapkan pendekatan yang dipakai per kelompok dan merekonsiliasi CSM serta pendapatan menurut pendekatan transisi pada periode-periode sesudahnya, sehingga pembaca dapat melihat dampaknya.

Contoh angka

Nilai wajar kelompok900,00
FCF pada tanggal transisi850,00
CSM transisi = nilai wajar − FCF50,00
FCF bila lebih besar dari nilai wajar950,00
Loss component transisi50,00

Nilai wajar 900 terhadap arus kas pemenuhan 850 menghasilkan CSM 50. Bila arus kas pemenuhannya 950, kelompok itu onerous pada transisi dan loss component-nya 50.

Poin penting

  • Retrospektif penuh adalah standar; modifikasi dan nilai wajar hanya bila tidak praktis.
  • Pada nilai wajar, CSM = nilai wajar − FCF pada tanggal transisi.
  • Pendekatan per kelompok wajib diungkapkan dan dampaknya ditelusuri beberapa periode.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Langsung memilih nilai wajar tanpa menilai kepraktisan retrospektif.
  • Memakai kurva current sebagai kurva locked-in untuk kelompok retrospektif.

Istilah di modul ini

CSM
Laba yang belum diakui; dilepas ke laba rugi sepanjang masa pertanggungan.
FCF
Arus kas pemenuhan: estimasi arus kas ditambah risk adjustment.
Loss component (LC)
Bagian liabilitas untuk kontrak onerous; kerugiannya diakui langsung.

Istilah yang sering muncul

BEL
Best estimate liability: nilai kini arus kas keluar dikurangi arus kas masuk, tanpa penyesuaian risiko.
RA
Risk adjustment untuk risiko non-keuangan. Par. 119 mewajibkan pengungkapan tingkat kepercayaan setara berapa pun metodenya.
CSM
Contractual service margin: laba yang belum diakui. Diakresi pada kurva locked-in dan dilepas sebanding coverage units.
Loss component
Bagian LRC untuk kontrak onerous. Alokasinya mengurangi pendapatan dan beban dengan jumlah sama, jadi tidak melahirkan laba semu.
Coverage units
Ukuran jasa yang diberikan tiap periode. Menentukan berapa banyak CSM yang dilepas ke laba rugi.
Tie-out
Pemeriksaan bahwa perubahan neraca sama dengan kas neto ditambah IFIE dikurangi hasil jasa asuransi. Wajib nol.
LRC dan LIC
LRC adalah liabilitas atas sisa masa pertanggungan; LIC adalah liabilitas atas klaim yang sudah terjadi tetapi belum dibayar.
FCF
Arus kas pemenuhan: estimasi arus kas masa depan yang didiskonto, ditambah risk adjustment.
IFIE
Beban keuangan asuransi: bunga atas liabilitas asuransi dan dampak perubahan tingkat diskonto.
Onerous
Kontrak yang sudah merugi saat pengakuan awal. Kerugiannya diakui langsung, tidak boleh ditunda.

Semua istilah →

Metodologi terbuka

Rumus disusun berdasarkan PSAK 117, standar terkait, dan Petunjuk Teknis PAI. Setiap keluaran diuji dengan kasus uji terdokumentasi, termasuk perhitungan ulang independen dan identitas tie-out yang wajib bernilai nol.