1Dua jalan menuju kurva yang sama
Bottom-up berangkat dari kurva bebas risiko lalu menambahkan premi ilikuiditas. Top-down berangkat dari imbal hasil portofolio acuan lalu menguranginya dengan penyesuaian risiko kredit dan penyesuaian lain yang dapat dijelaskan. Keduanya berusaha mencerminkan karakteristik arus kas kontrak, bukan imbal hasil aset yang dimiliki.
2Kurva dibangun dalam tiga segmen
Sampai titik likuid terakhir, kurva mengikuti titik pasar. Antara titik likuid terakhir dan titik ultimate, kurva diekstrapolasi menuju tingkat forward ultimate. Setelah titik ultimate, gaya forward tetap. Titik likuid terakhir ditentukan dari kedalaman pasar, bukan dari selera.
3Locked-in dan current
CSM diakresi pada kurva saat kontrak diakui — kurva locked-in — sedangkan liabilitas pada tanggal pelaporan diukur pada kurva current. Selisih keduanya muncul sebagai pendapatan atau beban keuangan asuransi, bukan sebagai hasil jasa asuransi.
Contoh angka
| Spot 1 tahun | 6,75% |
| Faktor diskonto 1 tahun | 0,936768 |
| Spot 3 tahun | 7,05% |
| Faktor diskonto 3 tahun | 0,815155 |
| PV klaim 1.000 pada tahun ke-3 | 815,16 |
Faktor diskonto satu tahun pada 6,75% adalah 1 dibagi 1,0675. Untuk arus kas tiga tahun, faktornya dipangkatkan tiga.
Poin penting
- Kurva mencerminkan karakteristik arus kas kontrak, bukan imbal hasil aset yang dimiliki entitas.
- Segmen observable mengikuti titik pasar; ekstrapolasi mengarah ke URFR; setelah UP forward tetap.
- Kurva locked-in untuk akresi CSM, kurva current untuk mengukur liabilitas; selisihnya IFIE.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menambahkan premi ilikuiditas dua kali: sekali di kurva pustaka dan sekali lagi di layar pengukuran.
- Memilih LLP yang lebih panjang dari kedalaman pasar yang ada.
Istilah di modul ini
- IFIE
- Beban keuangan asuransi: bunga atas liabilitas dan efek perubahan tingkat diskonto.