Lewati ke konten
AKTUARIUM
AI

Lanjutan · Modul 11 dari 12

Asuransi umum: frekuensi dan severitas

6 menit

Mengukur kontrak non-jiwa tanpa tabel mortalita, dari paparan sampai run-off klaim.

  1. 1Klaim diperkirakan dari paparan

    Pada asuransi umum, klaim yang diharapkan adalah jumlah unit risiko dikalikan frekuensi klaim per unit per tahun dikalikan biaya rata-rata satu klaim. Tidak ada tabel mortalita; yang menggantikannya adalah pengalaman klaim portofolio sendiri.

  2. 2Klaim dibayar belakangan

    Klaim yang terjadi bulan ini biasanya baru selesai dibayar beberapa bulan kemudian. Pola pembayaran itu menentukan besarnya liabilitas klaim terjadi dan lamanya run-off, dan bila ekornya lebih dari setahun, liabilitasnya wajib didiskonto.

  3. 3Inflasi klaim berdiri sendiri

    Biaya rata-rata klaim naik mengikuti harga perbaikan atau biaya medis, yang tidak harus sama dengan inflasi biaya operasional. Karena itu asumsi inflasi severitas ditetapkan terpisah dari inflasi biaya.

Contoh angka

Unit risiko5.000
Frekuensi klaim per tahun0,14
Severitas rata-rataRp18.000.000
Klaim yang diharapkan setahunRp12.600.000.000
Rasio klaim terhadap premi 3.500 per unit72,00%

Rasio gabungan di bawah seratus persen berarti kontrak menguntungkan sebelum memperhitungkan hasil investasi.

Poin penting

  • Klaim yang diharapkan = unit risiko × frekuensi × severitas.
  • Pola pembayaran klaim menentukan LIC dan lamanya run-off.
  • Inflasi severitas ditetapkan terpisah dari inflasi biaya operasional.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Memakai rasio klaim historis tanpa menyesuaikan perubahan paparan atau inflasi.
  • Tidak mendiskonto LIC yang ekor pembayarannya lebih dari setahun.

Istilah di modul ini

LIC
Liabilitas atas klaim yang sudah terjadi tetapi belum dibayar.
LRC
Liabilitas atas sisa masa pertanggungan.

← Semua modul Belajar