1Klaim diperkirakan dari paparan
Pada asuransi umum, klaim yang diharapkan adalah jumlah unit risiko dikalikan frekuensi klaim per unit per tahun dikalikan biaya rata-rata satu klaim. Tidak ada tabel mortalita; yang menggantikannya adalah pengalaman klaim portofolio sendiri.
2Klaim dibayar belakangan
Klaim yang terjadi bulan ini biasanya baru selesai dibayar beberapa bulan kemudian. Pola pembayaran itu menentukan besarnya liabilitas klaim terjadi dan lamanya run-off, dan bila ekornya lebih dari setahun, liabilitasnya wajib didiskonto.
3Inflasi klaim berdiri sendiri
Biaya rata-rata klaim naik mengikuti harga perbaikan atau biaya medis, yang tidak harus sama dengan inflasi biaya operasional. Karena itu asumsi inflasi severitas ditetapkan terpisah dari inflasi biaya.
Contoh angka
| Unit risiko | 5.000 |
| Frekuensi klaim per tahun | 0,14 |
| Severitas rata-rata | Rp18.000.000 |
| Klaim yang diharapkan setahun | Rp12.600.000.000 |
| Rasio klaim terhadap premi 3.500 per unit | 72,00% |
Rasio gabungan di bawah seratus persen berarti kontrak menguntungkan sebelum memperhitungkan hasil investasi.
Poin penting
- Klaim yang diharapkan = unit risiko × frekuensi × severitas.
- Pola pembayaran klaim menentukan LIC dan lamanya run-off.
- Inflasi severitas ditetapkan terpisah dari inflasi biaya operasional.
Kesalahan yang sering terjadi
- Memakai rasio klaim historis tanpa menyesuaikan perubahan paparan atau inflasi.
- Tidak mendiskonto LIC yang ekor pembayarannya lebih dari setahun.
Istilah di modul ini