Lewati ke konten
AKTUARIUM
AI

Ringkasan regulasi

PSAK 219 — Imbalan Kerja

PSAK 219BerlakuDSAK IAI· 2023Buka di Regulation Desk

Ringkasan

Imbalan kerja. Dipakai untuk kewajiban pensiun dan imbalan pascakerja; metode projected unit credit dan pengungkapan sensitivitas asumsi.

Topik

PUCImbalan pascakerjaSensitivitas

Pasal yang sering dirujuk

  • par. 67-69Metode projected unit credit untuk mengukur kewajiban imbalan pasti.
  • par. 145Pengungkapan analisis sensitivitas atas asumsi aktuaria yang signifikan.

Sumber

Buka sumber resmi ↗

Isi regulasi

Bagian di bawah ini adalah ringkasan Aktuarium atas isi pokok regulasi, ditulis ulang dengan kata sendiri untuk keperluan belajar. Ia bukan kutipan teks resmi dan tidak menggantikannya.

1Ruang lingkup

PSAK 219 mengatur imbalan kerja: imbalan jangka pendek, imbalan pascakerja, imbalan kerja jangka panjang lain, dan pesangon. Untuk perusahaan asuransi standar ini relevan dua kali — sebagai pemberi kerja, dan sebagai penyedia jasa aktuaria bagi klien yang menghitung kewajiban imbalan kerjanya.

2Pengukuran

Program imbalan pasti diukur dengan metode projected unit credit: imbalan yang dijanjikan dialokasikan ke periode jasa, lalu didiskonto menjadi nilai kini kewajiban. Tingkat diskonto mengacu pada imbal hasil obligasi korporasi berkualitas tinggi atau, bila pasarnya tidak dalam, obligasi pemerintah. Pengukuran kembali — keuntungan dan kerugian aktuarial serta imbal hasil aset program di luar bunga — diakui di penghasilan komprehensif lain dan tidak direklasifikasi ke laba rugi.

3Pengungkapan

Pengungkapan mencakup rekonsiliasi kewajiban dan aset program, karakteristik program beserta risikonya, dan analisis sensitivitas atas asumsi aktuarial utama. Analisis sensitivitas itu yang paling sering diminta pengguna laporan, karena ia menunjukkan seberapa peka kewajiban terhadap perubahan tingkat diskonto dan kenaikan gaji.

Hasil bergantung pada asumsi yang digunakan; tanggung jawab profesional tetap berada pada pengguna.

Regulasi lain